Published On: Sat, May 26th, 2012

Bahasa Roh = Bahasa Cinta

Renungan Hari Raya Pentakosta – Tahun B – 27 Mei 2012

Kis 2,1-11; Gal 5 16-25; Yoh 15:26-27; 16:12-15

Oleh: Rm. Victor Bani, SVD

Pernahkah anda mendengar cerita tentang MANARA BABEL? Kisahnya bisa ditemukan dalam Kitab Kejadian bab 11.

Menurut Kitab Suci, pada jaman dulu, hanya ada satu bahasa di dunia ini. Kerena yang ada cuma satu bahasa, makanya semua orang bisa saling mengerti. Mereka lalu putuskan untuk berangkat ke sebelah timur untuk mendirikan sebuah kota bersama-sama. Di sana mereka sepakat untuk membangun sebuah manara yang puncaknya sampai ke langit, artinya: yang sangat tinggi, yang bukan saja akan menjadi simbol dari kota itu, tetapi mereka juga berharap bahwa lewat menara itu mereka akan bisa naik mencapai Allah dan melihat apa yang Dia dan malaikat-malaikat-Nya kerjakan di atas langit sana.

Semula, semuanya berjalan lancar. Menara itu semakin lama semakin tinggi. Melihat hasil kerja yang luar biasa itu, mereka lantas menjadi besar kepala dan sombong. Mereka merasa bahwa sebentar lagi mereka bisa mencapai dan menyamai Allah. Melihat itu Allah menjadi ‚tersinggung dan marah‘. Dia ‚marah dan tersinggung‘ bukan saja karena kesombongan mereka, tetapi terlebih karena mereka mau menyamai Dia. Dan dalam ‚kemarahan-Nya‘, Allah memutuskan untuk mengacaubalaukan bahasa mereka. Allah memberikan banyak bahasa yang berbeda-beda kepada mereka. Akibatnya mereka tidak lagi saling mengerti. Mereka lalu saling bertengkar dan berkelahi dan itulah akhir dari cerita tentang Manara Babel. Sejak saat itu, Menara Babel tidak pernah berhasil didirikan.

Pada hari ini, pada peristiwa Pentakosta, Allah mengutus Roh Kudus-Nya untuk mempersatukan kembali apa yang telah terpecah belah karena ulah manusia tersebut. Lewat Roh Kudus-Nya Allah memberikan kepada kita kembali satu bahasa, yaitu bahasa yang bisa dimengerti oleh semua orang, yaitu bahasa yang bisa mempersatukan kita seperti semula. Allah bukan memberikan kepada kita semua bahasa inggris, Ia tidak memberikan kepada kita bahasa Indonesia dan juga bahasa Latin, misalnya, ataupun salah satu bahasa yang ada di dunia ini, Allah lewat Roh Kudus-Nya memberikan kepada kita satu bahasa, yaitu bahasa yang bisa dimerngerti oleh semua orang. Allah memberikan BAHASA KASIH kepada kita, Dia menganugerahkan BAHASA CINTA-Nya kepada kita semua.

Ketika Petrus dan rasul-rasul yang lain berbicara kepada orang banyak dalam bahasa Aram, yaitu bahasa yang dipakai oleh orang-orang yang tinggal di Galilea, anehnya, semua orang lain yang ada di situ, tidak peduli dari manapun mereka berasal, bisa memahami dan mengerti apa yang Petrus katakan. Entah bagaimana menjelaskannya, tetapi semua mereka mendengar Petrus dan para murid yang lainnya, berkata-kata dengan bahasa yang bisa mereka mengerti. Bagaimana hal itu mungkin terjadi, para ahli sekalipun kesulitan untuk menemukan jawaban pastinya.

Bila Roh Kudus sungguh-sungguh telah bekerja, tidak ada sesuatupun di dunia ini yang mustahil bagi Dia. Roh Kudus yang turun atas para murid bukan saja memampukan mereka untuk berani berkata-kata tentang Yesus dan ajaran-ajaran-Nya, Dia bahkan juga mampu membuka hati dan pikiran semua orang untuk menerima kabar gembira Kerajaan Allah. Roh Kudus yang diutus Tuhan bukan saja dapat membuat para murid akhirnya sungguh-sungguh mengerti apa yang Yesus katakan kepada mereka semasa hidup-Nya, Dia bahkan juga memampukan mereka untuk bisa membagikan apa yang telah mereka dengar dan lihat sendiri dari Yesus kepada semua orang yang datang dari segala bangsa.

Roh Kudus yang dicurahkan pada hari Pentakosta, bukan saja telah mempersatukan kembali semua orang yang pernah terpecah belah karena perbedaan bahasa, Dia bahkan dapat membuat mereka semua bisa bersatu kembali,  saling mengerti lagi dan bisa memahami satu sama lain, karena mereka akhirnya berbicara dalam bahasa yang sama, yaitu bahasa cinta kasih.

Sebenarnya, yang menjadi persoalan adalah bukan apakah pada hari turunnya Roh Kudus, Petrus dan teman-temannya benar-benar telah berkata-kata dalam berbagai macam bahasa yang berbeda, itu tidak penting, yang paling penting adalah bahwa apa yang mereka katakan pada hari itu, bisa dimengerti, dapat dipahami dan mudah diterima oleh semua orang. Itulah kuasa Roh Kudus, itulah karya Roh Allah, yang memampukan semua orang untuk bisa mengerti apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

Pada hari ini, pada hari Pentakosta, kita percaya bahwa Tuhan mencurahkan Roh-Nya yang Kudus juga kepada semua kita, yang datang dari berbagai suku dan bangsa, yang berbicara dalam berbagai macam bahasa, untuk berbicara hanya dengan satu bahasa yang sama, bukan untuk berbicara dalam bahasa jawa ataupun batak ataupun Flores, bukan juga untuk berbicara dalam bahasa indonesia ataupun inggris, melainkan untuk berbicara dalam bahasa cinta kasih. Bahasa Cinta, Bahasa kasih adalah satu-satunya bahasa yang bisa dimengerti oleh semua orang. Bahasa ini adalah anugerah cuma-cuma dari Allah kepada kita. Karena itu, dimanapun kita berada dan dalam situasi apapun serta dengan siapapun, kita HARUS berbicara hanya dengan bahasa ini, yaitu bahasa cinta kasih. Seandainya hanya bahasa kasih inilah yang digunakan oleh setiap orang dalam hidupnya sehari-hari, percayalah, suatu saat nanti, hanya kehendak Allah yang berkuasa atas dunia kita ini.

 

 

 

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2012 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus | Twitter : parokiarnoldus | Youtube Channel : parokiarnoldus