Published On: Thu, Feb 19th, 2015

Beranikah Aku Berkorban?

403853_469631233048649_1716389844_n

“Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku.” (Luk 9:23)

Di Taiwan ada seorang pemuda bernama A Be. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Tipe orangnya humoris dan gaya hidupnya sederhana. Bahkan putri pemilik perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A Be.

Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Wanita tua ini seperti monster yang menakutkan. Wanita tua itu adalah ibu kandung A Be. Walaupun demikian, sang ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga yang lain.

Kondisi ibunya yang cacat menyeramkan itu membuat A Be cukup sulit mengakuinya. A Be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut ibunya dulu sebelum meninggal. Tentu saja ibunya sedih sekali.

Suatu hari ibunya jatuh sakit dan tidak kuat bangun dari ranjang. A Be mulai kerepotan dan membuatnya uring-uringan. Suatu ketika tanpa sengaja A Be melihat sebuah kotak kecil. Di dalamnya hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Pada foto tersebut tampak seorang wanita cantik, sedangkan pada potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumahnya.

kebakaran-di-trans-studio-bandung-dipadamkan-dalam-tempo-15-menit-TPj

A Be cukup dewasa untuk mengetahi siapa wanita cantik di dalam foto tersebut. Dia adalah ibu kandungnya. Spontan air mata A Be menetes keluar tanpa bisa dibendung. A Be langsung bersujud disamping sang ibu yang terbaring. Ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibu pun menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. Setelah sembuh, A Be berani membawa ibunya belanja ke supermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang A Be tetap cuek.

Injil hari ini berbicara tentang penderitaan Yesus. Ia siap berkorban. Ia siap menderita. Ia berbuat apa saja demi keselamatan kita manusia. Lihatlah, banyak juga kisah-kisah hidup yang meneladan Yesus. Terutama ketulusan dalam berkorban. Demikian juga dalam kisah nyata seorang ibu diatas, yang siap mengorbankan hidupnya demi menyelamatkan anaknya.

(sumber : Retret Agung Umat 2015)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2012-2015 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus | Twitter : parokiarnoldus | Youtube Channel : parokiarnoldus