Published On: Sun, Oct 19th, 2014

Ekspresi Ritual “Salam Damai”

10537788_10201213427017879_497951089049777920_n

parokiarnoldus.net – Surat edaran tentang Ekspresi Ritual “Salam Damai” ini ditandatangani Paus Fransiskus pada 07 Juni 2014, dan besoknya, tanggal 08 Juni diumumkan Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen.

Paus Benediktus XVI pernah meminta pendapat konferensi Para Uskup untuk mempertimbangkan kemungkinan dan mengusul Salam Damai, pada bulan Mei 2008, untuk ditempaykan sebelum Komuni seperti yang sekarang ataukah dipindahkan ke tempat lain. Kebanyakan Konferensi para Uskup, termasuk KWI, mengusulkan supaya tetap pada tempat yang sama seperti sekrang ini. Dan hal ini mendorong Tahta Suci untuk menetapkan surat edaran ini.

Berdasarkan Injil Matius 5:23, Salam Damai mengungkapkan Damai, Kesatuan dan Cinta Kasih sebab Ekaristi adalah Sakramen Kedamaian. Tempatnya tepat menjelang Komuni sebab sebagai tanda Kesatuan dan Cinta Kasih Ilahi yang sangat luhur dan sakramental itu maka harus diawali dengan ekspresi kedamaian antara satu sama lain.

Memang dipahami faktor emosi yang turut berperanan sehingga pelaksanaan ritus ini cenderung berlebihan. Karena itu diingatkan supaya dilaksanakan secara sobrietas (sederhana) dan dengan sensibilitas religius.

Sangat diminta penjelasan kateketis bagi umat beriman demi penghayatan yang lebih bermakna. Oleh karena itu beberapa catatan kekacauan berikut ini yang mutlak dilarang :

  • Nyanyian yang mengiringi Salam Damai, sebab tidak tertulis dalam rubrik Ritus Romawi.
  • Umat bergerak meninggalkan tempatnya untuk menyalami ke sana ke mari.
  • Imam berangkat meninggalkan altar untuk menyalami beberapa umat beriman.
  • Di beberapa tempat, Salam Damai dimanfaatkan untuk menyalami pengantin baru, imam baru, profesan religius, salam Natal Paskah, dll. Dengan demikian hakikat Salam Damai menjadi kabur maknanya karena dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

Prinsip dasar Liturgi harus dipegang teguh : Lex orandi, Lex credendi yang harus dilanjutkan dalam Lex vivendi : Apa yang diungkapkan dalam doa adalah yang diimani untuk selanjutnya dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sekalian yang dipilih untuk menenggakkan kedamaian, mengungkapkan sekaligus Sabda Kebahagiaan (Mat 5:9f) : “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Majalah Liturgi Volume 25 Tahun 2013 Buku 3 | Foto : Deas)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2012-2015 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus | Twitter : parokiarnoldus | Youtube Channel : parokiarnoldus