Published On: Fri, Nov 27th, 2015

Ini Aku, Utuslah Aku!

kep2

parokiarnoldus.net – “Ini aku, utuslah aku”. Demikianlah tema retret pengutusan peserta Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) angkatan XI yang diselenggarakan pada 13-15 November 2015 di Lembah Karmel – Cikanyere. Para peserta diajak mundur sejenak meninggalkan segala rutinitas untuk melakukan introspeksi diri guna menyiapkan dan menyediakan diri diutus oleh Tuhan menjadi pewarta kabar sukacita.

Di awal hari pertama (13/11), Romo Sigit Pawanta, SVD membuka kegiatan retret dengan misa pembukaan di kapel yang berada di ketinggian 950m dpl . Sekitar 120 an orang yang terdiri dari peserta, panitia dan beberapa anggota keluarga serta alumni KEP mengikuti perayaan misa dengan khidmat dan diselimuti suasana sunyi, sejuk dan bebas polusi.

Usai misa, para peserta beristirahat sejenak dan mandi sebelum mengikuti sesi pengajaran. Romo Sigit memberikan pengajaran sesi – 1. Beliau menyampaikan materi dengan gayanya yang sangat jenaka sehingga suasana menjadi  hidup dan menyenangkan. Tidak terasa suasana menyenangkan itu harus selesai karena waktu yang sudah mengajak semua orang memenuhi panggilan alam untuk berkompromi dengan perut yang menyanyikan lagu keroncong.

kep1

Dr Grace dari Shekinah dengan pembawaan lembut namun tegas membagikan pengetahuannya di sesi-2.  Diiringi dengan rintik hujan, seluruh rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan ibadat penghormatan kepada Sakramen Maha Kudus atau biasa dikenal dengan ibadat Adorasi yang dipimpin oleh Romo Sigit dan berakhir pada pukul 22.00. Dengan berakhirnya ibadat Adorasi, usai sudah kegiatan hari pertama itu.

Ibadat Lectio Divina dipimpin oleh Binner dan misa pagi yang dipersembahkan oleh Romo Sigit mengawali Sabtu pagi (14/11) dengan penuh sukacita. Kegiatan pengajaran oleh dr Grace dan Dhony dari Shekinah mengisi kepadatan jadwal hari itu. Dhony yang dulunya hampir menjadi ‘UDhon’ (ustadz Dhony) membawakan tema pertobatan, sungguh sangat bisa membuat para peserta dan panitia menyadari kedosaan mereka.  Sesi itu ditutup dengan refleksi pertobatan yang menciptakan suasana sangat haru di aula.

Usai ibadat tobat peserta dipersilakan untuk mengaku dosa dihadapan imam dan konseling kepada konselor.

Atas berkat dan pertolongan Tuhan, Sakramen Tobat yang rencananya akan dilayani oleh hanya 2 imam berubah menjadi 4 imam. Romo Aji SVD, Romo Sigit SVD, Romo Wong CSE yang berkewarganegaraan China dan Romo Tony CSE yang berkewarganegaraan Malaysia dapat melayani kami semua sehingga proses penerimaan Sakramen Tobat berjalan lebih cepat.

Peserta merasa beban dosa, mental, pikiran dan ganjalan dapat diangkat melalui Sakramen Tobat dan Konseling.

Sore itu, peserta melepaskan penat dengan beristirahat sejenak dan mandi sebelum mengikuti pengajaran berikutnya bersama Romo Sigit dan Dhony. Dhony menjelaskan Trinitas dengan cara yang berbeda dan mengutip ayat-ayat di Injil sehingga lebih ‘mudah’ dipahami.

Tiba saatnya ibadat Pencurahan Roh Kudus yang dipimpin secara konselebrasi Romo Aji dan Romo Sigit. Dalam sesi Pencurahan Roh Kudus ini, hampir seluruh peserta mengalami sentuhan Roh Kudus yang hadir dalam diri mereka dengan bentuk yang berbeda-beda. Berbagai macam kesaksian dari para peserta yang merasakan sentuhan Roh Kudus yang sungguh menguatkan iman semua orang yang hadir di kapel.  “Saya merasa kepala saya di’blesekkan’” kata seorang peserta seraya memperagakan tangannya menekan kepalanya ke bawah.

Usai ibadat, banyak peserta langsung naik ke peraduan untuk beristirahat. Namun tidak sedikit pula yang mampir ke WKL – warung kaki lima untuk menikmati sate kelinci dan jagung bakar. “Alhamdulilah, omzet lebih besar malam ini” ujar tukang warung seraya tersenyum.

Hari Minggu dibuka dengan ibadat pagi bersama Suster dan Frater Karmelit. Iringan lagu dan doa semakin menyegarkan jiwa. Frater mengajarkan meditasi bersila atau duduk dengan doa Yesus. Kita mengucapkan nama Yesus dalam setiap tarikan dan hembusan nafas.

Sesi pengajaran terakhir tentang Menjadi Saksi Kristus disampaikan oleh Romo Aji. Acara dilanjutkan dengan ‘Fellowship’. Dibuka dengan nyanyian yang membuat suasana meriah. Tiap kelompok peserta menyajikan yel-yel lengkap dengan atribut hebohnya. Acara semakin meriah dan heboh ketika peserta, panitia, pengajar dan Romo membaur menari dan berjoget penuh kegembiraan. Siang itu, seluruh rangkaian retret ditutup dengan misa Pengutusan yang kembali dipersembahkan oleh Romo Aji bersama Romo Sigit. Peserta dikalungi Salib sebagai tanda pengutusan untuk mewartakan kabar sukacita. Romo berpesan bahwa ini bukanlah akhir, namun ini adalah awal pelayanan untuk mewartakan kabar baik yaitu Kristus Yesus sendiri.

Ibarat anak panah, selama retret 3 hari ini, peserta ditarik mundur sejenak untuk kemudian dilepaskan dari busur panah ke arah tujuan yang sudah dikehendaki oleh Allah sendiri. Semoga kita semua dapat membagikan sukacita ini kepada semua orang.

KEP XI, Siap Melayani Sepenuh Hati.  Tuhan memberkati.

[Liputan : IYW | Foto : MRC]

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2012-2015 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus | Twitter : parokiarnoldus | Youtube Channel : parokiarnoldus