Published On: Wed, Feb 18th, 2015

Jangan Pamer

Illustrasi

Illustrasi

“… masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat yang tersembunyi.” (Mat 6 : 6)

Adalah seorang perempuan miskin dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan menghutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki lima orang anak yang sangat membutuhkan makan untuk hari ini.

Si pemilik supermarket mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu menceritakan tentang keluarganya. “Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah saya punya uang.”

Sang pemilik tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. “Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi”, alasannya. Di dekat loket pembayaran, ada seorang pelanggan lain, mendekati keduanya dan berkata, “Saya akan bayar semua yang diperlukan ibu ini.” Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, “Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?”. “Ya, Pak. Ini”, katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal. “Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan membrikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut.” kata si pemilik toko. Dengan sangnat ragu-ragu dan setengah putus, perempuan itu menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.

Mata si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap pelanggan yang tadi menawarkan bantuan kepada si ibu sambil berucap kecil, “Aku tidak percaya pada yang aku lihat.”

Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan pelanggan baik hati tadi. Si pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Ternyata jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi. Si pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi. Dan ia pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek, “Tuhan, Engaku tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.”

Si pemilik toko terdiam. Si perempuan tadi berterimakasih kepadanya dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan 5 lembar uang Rp. 100.000 kepadanya. Si pemilik toko kemudian mengecek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata tidak rusak.

Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa. Maka, sungguhlah kuat pesan Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Jika ingin berdoa, “… masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapa…” Inilah keutamaan dari doa yang sesungguhnya. Jangan bertele-tele dan jangan PAMER. Atau dengan ungkapan lain yang ada dalam kisah perempuan diatas yang tergores dalam kertas kumalnya yang berbunyi : “Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu.”

sumber : Retret Agung Umat 2015

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

© 2012-2015 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus | Twitter : parokiarnoldus | Youtube Channel : parokiarnoldus