Published On: Sat, Apr 30th, 2011

Mengajarkan Doa Rosario Kepada Anak

Artikel ini adalah artikel yang dahulu pernah juga dimuat di dalam web Paroki yang lama, namun tidak ada salahnya jika kita kembali membacanya. Saat memasuki Bulan Maria, di setiap gereja, wilayah, maupun lingkungan setiap malam mengadakan doa rosario bersama. Namun yang disayangkan kegiatan doa rosario kebanyakan hanya dihadiri kaum dewasa saja.

Bagaimanakah dengan anak-anak?

Ada berbagai alasan orang tua memutuskan untuk tidak membawa anak-anak mereka ke kegiatan doa rosario bersama, salah karena mereka belum mengerti doa rosario atau hanya menganggu konsentrasi.

Bagaimana mereka mau mengerti jika tidak diajarkan?

Mari kita lihat di bawah ini, mungkin dapat sedikit membantu.

Kebanyakan anak-anak saat berdoa rosario, mereka ingin memegang rosario milik kita di tangan mereka, jarinya memegangi manik-manik, dan melihat-lihat salib di rosario kita. Sehingga terkadang itu mungkin sedikit banyak dapat mengganggu konsentrasi kita dalam berdoa rosario. Sehingga salah satu cara agar konsentrasi kita tidak terganggu adalah dengan memberikan setiap anak untuk memegang sebuah rosario.

Cara itu memang baik agar kita dapat berkonsentrasi berdoa dan anak-anak pun dapat mengakrabkan diri dengan rosario. Akan tetapi itu semua akan percuma bila kita tidak memberitahukan atau mengajarkan bagaimana cara menggunakan rosario tersebut.

Ada banyak cara orangtua dan guru memperkenalkan dan mengajarkan doa rosario kepada anak-anak. Mungkin dari banyak cara tersebut, ini bisa menjadi sedikit masukan atau referensi kita untuk memperkenalkan dan mengajarkan doa rosario kepada anak-anak kita.

  1. Ketika mengajarkan doa rosario kepada anak-anak, pertama-tama sebaiknya kita memberitahu dan mengajarkan mereka doa-doa apa yang dibutuhkan untuk berdoa rosario dan pada manik-manik bagian mana saja doa-doa itu dikatakan.
  2. Lihat dan baca bersama-sama dengan mereka doa-doa yang dibawakan untuk berdoa rosario. usahakan dengan suara yang agak keras, sembari kita menunjukkan letak atau di posisi manik-manik sebelah mana doa itu dikatakan.
  3. Setelah membaca secara bersama-sama, berikan mereka kesempatan untuk membacakan sendiri doa-doa yang tadi anda baca bersama serta menunjukkan di manik-manik sebelah mana saja doa-doa itu dikatakan. Pada tahap ini mungkin anak-anak akan menemui banyak kesalahan, tetapi itu hal yang wajar. Maka dari itu anda tetap harus berperan aktif untuk mengawasi dan membimbing mereka jika mereka menemui banyak kesalahan atau kesulitan.
  4. Bila mereka sudah mengetahui atau hafal doa-doa dan pada manik-manik mana doa itu dikatakan, anda dapat mulai memperkenalkan dan mengajarkan sejarah rosario dan misteri-misteri/peristiwa-peristiwa yang ada dalam rosario. Dimulai dari cari tahu apa yang mereka ketahui tentang kehidupan Yesus.
  5. Begitu mereka mulai menyatakan apa-apa saja yang mereka ketahui tentang kehidupan Yesus, undang mereka untuk melihat beberapa peristiwa kehidupan mereka sendiri dan hubungkan peristiwa hidup mereka dengan peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus yang ada dalam peristiwa di doa rosario. Dalam proses ini mungkin kita harus mencurahkan kreatifitas dan daya imajinatif kita, agar anak-anak dapat mudah mengerti apa yang kita sampaikan.
  6. Setelah ini semua, kita dapat memulai berdoa rosario dan mulai lebih dalam lagi merefleksikan tentang peristiwa-peristiwa dalam rosario kepada mereka. Tentunya dengan bahasa-bahasa yang mudah dimengerti mereka.

Tambahan :

  1. Usahakan lakukan hal ini secara rutin, kalau perlu setiap hari. Karena anak-anak akan bisa atau lancar karena mereka terbiasa.
  2. Bawalah anak-anak setiap kita hendak melakukan doa rosario bersama di lingkungan, wilayah, maupun di gereja. Karena biasanya jika dengan keadaan beramai-ramai anak-anak lebih bersemangat dan antusias.
  3. Libatkan anak-anak dalam kegiatan doa rosario bersama, misalnya dalam membacakan doa Salam Maria. Karena biasanya jika doa rosario di lingkungan atau wilayah, doa Salam Maria dibawakan secara bergantian.
  4. Bersabarlah dalam mengajari mereka dan menjawab segala pertanyaan mereka, karena semakin mereka banyak bertanya, berarti semakin besar pula rasa penasaran mereka akan apa yang kita ajarkan dan itu tandanya kita sudah berhasil membimbing mereka untuk lebih dekat dengan Tuhan (khususnya dalam hal doa rosario). Ya syukur-syukur nanti kelak mungkin saja mereka akan menjadi salah satu Biarawan/Biarawati yang menggembalakan umat gereja kita.

 

 

Semoga bermanfaat…..

Salam.

Kirim komentar

Komentar

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2012 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.