Published On: Sat, Aug 31st, 2013

Partisipasi dalam Politik sebagai Panggilan Menegakkan Kerajaan Allah

Romo-benny

(30/8) Seorang imam pejabat Konferensi Waligereja Indonesia mengatakan partisipasi umat Kristen dalam politik sebagai panggilan untuk menegakkan Kerajaan Allah serta tugasnya membebaskan orang dari segala belenggu akibat ketidakadilan.

“Berpolitik hanya sekadar mencari kekuasaan, posisi tawar-menawar dalam perbuatan kekuasaan, orientasi bukan nilai-nilai Kerajaan Allah, berarti berpolitik tidak berbeda dengan berdagang,” kata Romo Antonius Benny Susetyo, sekretaris eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI, dalam seminar yang diadakan oleh Kevikepan Pekan Baru, Riau, belum lama ini.

Makalahnya berjudul ‘Peranan Umat Kristen dalam Politik’, Romo Benny mengatakan kesadaran berpolitik sebagai panggilan menegakkan Kerajaan Allah saat ini tidak lagi dijadikan acuan dalam cara berpikir, bertindak, berekspresi, dan berpolitik orang Kristen.

Berpolitik, katanya, merupakan kegiatan kerasulan bukan lagi sesuatu yang tabu untuk dibicarakan di kalangan orang Kristen.

Ia menilai partisipasi orang Kristen dalam berpolitik, kualitas moral diragukan, ikut selera pasar, pragmatis, berpolitik tidak dapat diperhitungkan, menghamba uang.

Sikap ini, kata Romo Benny, yang membuat cara berpolitik orang Kristen tidak lagi warna dalam perjuangan. “Orang Kristen cenderung merasa aman, mentalitas minoritas sindrom, cenderung lagi ke altar, sikap saling curiga antar-Gereja begitu kuat, solidaritas rapuh, bergerak sendiri tanpa arah.”

Menurutnya, “Tantangan kita dalam membangun kebersamaan, bagaimana kita umat sebagai warga masyarakat melibatkan diri dalam pergumulan bangsa ini mewujudkan Indonesia baru yang lebih adil, lebih menusiawi, lebih damai, dan memiliki kepastian hukum?”

“Tugas orang Katolik adalah membebaskan orang dari segala belenggu ketidaktahuan, ketidakadilan, kerusuhan, kotoran, kebusukan, dosa manusia secara pribadi maupun kelompok.”

Gereja yang ajur ajer

Mengutip pernyataan Romo YB Mangunwijaya terkait Gereja yang ajur-ajer sebagai garam dalam masyarakat adalah sesuatu yang baik. Ajur artinya sependeritaan dengan masyarakat. Ajer artinya tidak menjadi semacam getto yang merongkol terisolasi. Tetapi tetap punya identitas sendiri, sadar akan tugas khas Kristiani di tengah dunia.

Gereja yang ajur-ajer berarti Gereja yang terbuka dalam kerjasama dengan siapapun, baik dengan mereka yang berbeda agama maupun dengan mereka yang memiliki sifat batin yang humanis dan religious, katanya.

Persoalan Gereja di Indonesia yang sebenarnya adalah bagaimana upaya Gereja agar manusia Indonesia diperlakukan secara benar dan manusiawi, khususnya mereka yang paling lemah, miskin dan terpinggirkan, tambahnya.

sumber : indonesia.ucanews.com

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2012 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus | Twitter : parokiarnoldus | Youtube Channel : parokiarnoldus