Published On: Thu, Dec 1st, 2011

Sekilas mengenai Sakramen Ekaristi

Menanggapi himbauan dan ajakan Bapak Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo, kepada seluruh umat di Keuskupan Agung Jakarta, yang disampaikan dalam Surat Gembalanya untuk menyambut Tahun Ekaristi 2012, tentang perlunya memperdalam pengetahuan dan penghayatan mengenai Ekaristi, maka mulai edisi ini, Naviri Mingguan dan Website Paroki St. Arnoldus akan mengulas secara singkat tentang Perayaan Ekaristi.

————————————-

Edisi Khusus Tahun Ekaristi 2012 – 01

Ekaristi dan Misa

Umumnya, ada dua istilah yang disebut orang ketika berbicara tentang Ekaristi, yaitu: Perayaan Ekaristi dan Misa Kudus. Apakah ada perbedaan diantara keduanya?

Ekaristi

Istilah ‚Ekaristi‘ berasal dari kata bahaya Yunani ‚eucharistia‘ yang berarti puji syukur. Kata kerjanya ‚eucharistein‘, berarti memuji, mengucap syukur. Kata Ekaristi sudah digunakan untuk menunjuk seluruh Perayaan Ekaristi pada tiga abad pertama sejarah gereja. Namun, sejak abad IV, istilah Ekaristi mulai menghilang baik di Gereja Barat maupun Gereja Timur. Di Gereja Barat, Ekaristi malah disempitkan artinya untuk menyebut ‚komuni‘. Istilah yang digunakan untuk menggantikan Ekaristi adalah ‚kurban‘ dan ‚persembahan‘.

Mulai abad XX, karena adanya pembaharuan dalam bidang Liturgi dan Teologi, istilah Ekaristi kembali digunakan. Tonggak penyebutan Ekaristi untuk seluruh Perayaan Ekaristi adalah Konsili Vatikan II, terutama melalui konstitusi liturgi Sacrosanctum Concilium, yang memberi judul bab II dengan „Misteri Ekaristi Suci“. Sampai kini istilah Ekaristi lazim digunakan untuk menunjuk keseluruhan Perayaan Ekaristi.

Kata Ekaristi mau mengungkapkan pujian syukur atas karya penyelamatan Allah yang terlaksana melalui Yesus Kristus. Dengan Ekaristi, Gereja mengenangkan (yang artinya: menghadirkan) misteri penebusan Kristus, sekarang ini dan di sini.

Misa

Kata Misa yang kita kenal dewasa ini, berasal dari kata bahasa latin ‚missa‘. Kata ini biasa dikaitkan dengan pembubaran jemaat setelah selesainya suatu pertemuan atau perayaan liturgis.

Kata misa dapat dihubungkan dengan kata kerja Latin mittere, yang artinya: mengutus. Itulah sebabnya Tata Perayaan Ekaristi menerjemahkan kata-kata Ite missa est  dengan rumusan: “Marilah pergi, kita diutus”. Dalam perayaan liturgi, rumusan pembubaran Ite missa est  ini dihubungkan dengan penyampaian berkat kepada jemaat. Pada akhir perayaan liturgi, umat dibubarkan dengan membawa berkat dari Allah dan mereka diutus untuk kembali kepada kehidupan sehari-hari.

Bila digunakan untuk menyebut Perayaan Ekaristi, kata Misa mau menekankan segi perutusan kita. Setelah mengalami karya penebusan Tuhan yang dikenangkan dan dirayakan dalam Perayaan Ekaristi, umat diutus untuk memberikan pelayanan nyata kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.

 

Sumber: Martasudjita, E. Pr., Ekaristi: Tinjauan Teologis, Liturgis, dan Pastoral, Yogyakarta: Kanisius 2005.

Kirim komentar

Komentar

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2012 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus