Published On: Sun, Apr 22nd, 2012

Untuk Apa Uang Kolekte Anda?

Ucapan syukur kepada Tuhan, umat berharap kolekte digunakan dengan baik dan benar. Untuk apa sebenarnya kolekte yang terkumpul setiap minggu?

Tak semua umat mengetahui kemana uang kolekte mereka “mengalir”. Menyamakan gereja lainnya, ada yang bilang sebagian porsi terbesarnya untuk pastor.

Kebanyakkan berdasarkan aumsi “kata orang”. Padahal, dikatakan Ekonom KAJ, Pastor Antonius Suhardi Antara, Pr, kehidupan pator, terutama Keuskupan Agung Jakarta tidak berasal dari umat. “Pastor hidup dari stipendium iura stolae, bukan dari kolekte umat,” katanya.

Menurut Pastor Aan  sumber  penggunaan uang KAJ  ditata baku, bersistem, dan berlaku seluruh paroki.

Kolekte Minggu

Kolekte mingguan ini, menurut Pastor Aan digunakan kepentingan gereja setempat, dana papa dan orang muda. Pembagian  pos ini dilakukan berdasarkan persentase, bukan berdasarkan jumlah. Rinciannya, 70% gereja paroki setempat. “Itu digunakan kehidupan menggereja di tingkat paroki. Sarana prasarananya, pemeliharaan gedung, taman,” jelas Ekonom KAJ.

25% dialokasikan dana papa yang dikelola seksi PSE SSP. “Itu bukan dana PSE. Uang untuk orang miskin kalangan umat masyarakat sekitar gereja,” kata Pastor Aan.

Sisanya 5% diperuntukkan kegiatan pembinaan aktivitas orang muda katolik di paroki.

Kolekte Wajib

Selain kolekte minggu kolekte khusus dan kolekte wajib yang diatur berdasarkan Surat Uskup Agung Jakarta No. 2297/3.4.1/2003 tanggal 18 Desember 2003 dan 422/7.15.3/2011 tanggal 4 November 2011.

Kolekte wajib kolekte yang diadakan hari tertentu dalam satu tahun untuk tujuan tertentu yang ditetapkan keuskupan. KAJ menetapkan saat peruntukkannya baku.

  1. Kolekte APP

Minggu palma diadakan kolekte APP Aksi Puasa Pembangunan, di kolekte pertama. Pembagiannya 70% APP KAJ, 15% APP nasional melalui KWI, 5% Karitas Nasional 10% DSAK Dana Solidaritas Antar Keuskupan.

  1. Kolekte Minggu Panggilan

Yang jatuh minggu paskah IV, kolekte I. kesemuanya diserahkan ke gereja universal di Roma melalui KWI. Utamanya aksi panggilan.

  1. Kolekte Minggu Komunikasi Sosial

Minggu paskah VII, kolekte II disebut Kolekte Minggu komsos digunakan keperluan komunikasi sosial. Pembagiannya 50% Komsos KAJ 50% untuk Komsos KWI.

  1. Kolekte Tahta Suci

Kolekte Tahta Suci yang jatuh akhir Juni Kolekte I 100% diserahkan ke gereja universal.

  1. Kolekte Minggu Kitab Suci Nasional

Minggu pertama bulan September yang dikenal Bulan Kitab Suci Nasional, diadakan kolekte Minggu Kitab Suci Nasional Kolekte I. 1/3 dari kolekte I digunakan kepentingan Komisi Kitab Suci KAJ dan ¾ KWI terutama LBI Lembaga Biblika Indonesia

  1. Kolekte Minggu Misi

Diambil kolekte I minggu kedua terakhir di bulan Oktober. Diserahkan ke Gereja Universal untuk kepentingan karya missioner.

  1. Kolekte Kerasulan Anak Remaja

Diambil kolekte I hari Minggu Penampakan Tuhan  bulan Januari. 100% penerimaan diberikan ke Gereja Universal.

  1. Kolekte Pendidikan Calon Imam

Diambil kolekte II setiap bulan. Diperuntukkan untuk Seminari Tinggi KAJ, Seminari Menengah KAJ Bantuan Tunas Muda tarekat imam, sumbangan premi Daa Hari Tua imam tarekat.

 

Khusus sesewaktu

Kolekte Panti Asuhan Vincentius merupakan jenis kolekte khusus yang diperuntukkan pendidikan anak Vincentius yang merupaikan karya KAJ. Menurut Pastor Aan, kolekte insedential sewaktu yang dimobilisasi saat terjadinya misalnya bencana alam. Kolekte ini digelardngan surat pengantar Uskup. “Kolekte di luar hari minggu ini, PGDP Dewan PAroki bertanggung jawab pemanfaatannya,” kata Pastor Aan.

Sumber : Majalah warna no. 23 Edisi Februari 2012

Kirim komentar

Komentar

Displaying 1 Comments
Have Your Say
  1. gatot tamtomo says:

    sedikit tambahan keterangan saja, yaitu pembagian kolekte 1 yang 70%. Dalam artikel disebutkan: ……..Rinciannya, 70% gereja paroki setempat. “Itu digunakan kehidupan menggereja di tingkat paroki. Sarana prasarananya, pemeliharaan gedung, taman,”. Sebetulnya dari 70% itu terdapat bagian yang disetor ke KAJ untuk dana solidaritas pastoral (DSP). Saya ambil contoh penerimaan kolekte pertama dalam satu bulan, misalnya 100 juta, maka 5% (5 juta)untuk kepemudaan, 25% (25 juta) untuk PSE, keduanya dikelola gereja paroki setempat. Sedangkan yang 70% (70 juta), dibagi ke KAJ dan untuk gereja paroki setempat dengan pembagian sebagai berikut:
    - lapis pertama: 7,5 juta pertama untuk paroki (7,5 juta);
    - lapis ke dua: 7,5 juta kedua sebesar 15% disetor ke KAJ (1,125 juta, sisanya 85% untuk gereja paroki setempat (6,375juta));
    - lapis ketiga: 7,5 juta ketiga sebesar 30% disetor ke KAJ (2,250 juta, sisanya 70% untuk gereja paroki setempat (5,250juta));
    - lapis ke4 (sisanya berapapun): sebesar 60% ke KAJ (28,500juta), dan sisanya 40% untuk gereja paroki setempat (19juta)). Jadi bila total kolekte pertama dalam satu bulan makin besar maka yang disetor ke KAJ makin besar pula (karena lapis ke 4 yang 60% dihitung dari sisanya). Dengan demikian dari 70% total kolekte 1 (dalam contoh 70juta), sebesar 31,876 juta disetor ke KAJ/DSP dan sebesar 38,125juta untuk gereja paroki setempat.
    Penggunaan yang untuk gereja paroki setempat (sebesar 38,125juta) untuk operasional dan kegiatan gereja paroki setempat, misalnya gaji karyawan, listrik, telpon, air, internet, pemeliharaan gereja dan bangunan lainnya, serta kegiatan umat/seksi. Khusus untuk kegiatan kepemudaan diambilkan dari yang 5% dan PSE (sosial, pendidikan, kesehatan dll) dari yang 25%. Untuk kehidupan para pastor (langganan koran/majalan di pastoran, olah raga, uang saku, pembelian keperluan pribadi, makan-minum, dan karyawan pastoran/juru masak dibiayai bukan dari kolekte diatas, tetapi dari (a) stipendium yang diterima para pastor serta (b) derma khusus (intentio dantis) yang diberikan umat kepada pastor dengan tujuan/permintaan khusus dari pemberi untuk keperluan pastor atau operasional pastoran (kalau derma khusus/intentio dantis dengan tujuan/permintaan untuk operasional gereja atau untuk kaum miskin maka pastor tidak akan menggunakan untuk pribadi atau keperluan pastoran.
    Jadi uang yang digunakan untuk kehidupan para pastor praktis berasal dari stipendium, maka kalau ada umat yang meminta misa perkawinan dan tidak memberikan stipendium kepada pastor yang memimpin tetapi dengan “suka rela dan gembira” memberikan uang untuk sewa gedung pertemuan/resepsi/makan-makan, maka umat tersebut hendaknya memikirkan ulang pilihan tindakannya itu.
    Itu sebabnya di gereja paroki st. arnoldus ada kolekte ke 2 setiap minggu yang digunakan untuk tambahan operasional gereja paroki, tentu saja diluar yang peruntukan kolekte ke 2 sudah diatur KAJ, seperti artikel diatas (misalnya untuk pendidikan calon imam, vincentius dll).
    semoga lebih memperjelas.

    salam hangat,
    gatot st

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2012 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect.