Published On: Sat, May 14th, 2011

Yesus, Sang Gembala Baik

Renungan Minggu Paskah IV – Tahun A – 15 Mei 2011

Hari Minggu Panggilan

Kis 2:14a,36-41; 1 Ptr 2:20b-25; Yoh 10.1-10

Oleh: Rm. Victor Bani, SVD

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus katakan kepada orang-orang yang mengikuti-Nya, kepada para murid-Nya bahwa Dia adalah Gembala yang baik. Tepatnya: Yesus adalah pintu menuju domba-domba.

Bagi orang-orang yang hidup sejaman dengan Yesus, perumpamaan-Nya, bahwa Dia adalah Gembala yang baik, bahwa Dia adalah pintu menuju domba-domba-Nya, dapat dengan mudah dimengerti, karena kebanyakan dari mereka adalah penggembala domba. Tapi bagi kita yang hidup ribuan tahun kemudian, yang tidak pernah tahu dan melihat: binatang macam apakah domba itu, tentu agak sulit untuk bisa  sungguh-sungguh mengerti dan memahami apa arti dan maksud perumpamaan tersebut

Tugas utama seorang penggembala adalah mencari makan buat ternak-ternak dan menjaga mereka dari serangan binatang buas atau dari incaran seorang pencuri. Seorang gembala yang baik harus mampu mengenal domba-dombanya satu persatu dengan nama mereka masing-masing. Kalau tidak, dia tidak akan bisa pernah menuntun domba-dombanya untuk mencari makanan dan minuman. Mengapa begitu? Karena domba-domba mempunyai kebiasaan yang sangat unik, yaitu mereka hanya mau mengikuti suara dari orang yang mereka kenal. Lainnya tidak. Dan supaya domba-domba ini aman dari serangan pencuri, seorang gembala yang baik harus membuat kandang untuk domba-dombanya tersebut.

Pernah suatu kali seorang turis dari eropa datang ke timur tengah. Waktu mengunjungi suatu daerah peternakan, si turis tersebut terheran-heran melihat kandang-kandang domba yang ada di sana. Kandang-kandang itu dibangun dari susunan batu-batu yang dibuat melingkar. Dan setiap kandang mempunyai satu lubang atau gerbang atau pintu tepat di bagian tengahnya, sebagai tempat keluar masuknya domba. Tetapi gerbang itu anehnya, tidak mempunyai daun pintu yang bisa melindungi domba-domba itu dari serangan binatang buas pada malam hari.

Dengan rasa penasaran si turis itu bertanya, mengapa gerbang kandang domba itu tidak ada daun pintunya? Dengan tenang si gembala itu tanpa ragu-ragu menunjuk pada dirinya sendiri, seolah-olah mau mengatakan: „Akulah pintu kandangnya“.

Rupanya pada malam hari, si gembala itu tidur persis di mulut pintu kandang itu, sehingga pencuri atau binatang buas hanya bisa masuk ke kandang itu kalau mereka melangkahi dirinya. Seorang gembala yang baik memang harus siap memberikan hidupnya untuk domba-domba gambalaannya.

Itulah sebenarnya yang Yesus maksudkan ketika Dia katakan bahwa Dia adalah Gembala yang Baik. Sebagai Gembala yang baik, Dia mengenal dan memanggil kita domba-domba-Nya, satu persatu dengan nama kita masing-masing. Dia turut merasakan suka dan duka hidup setiap kita, domba gembalaan-Nya. Dia bahkan rela mengorbankan nyawa-Nya untuk menyelamatkan hidup kita.

Yesus menyebut diri-Nya bukan saja Gembala yang Baik, tapi Dia juga adalah pintu menuju domba-domba-Nya. Dengan kalimat ini Yesus mau katakan kepada kita bahwa Dia adalah satu-satunya penyelamat umat manusia dan tidak ada yang lain selain Dia. Bila kita beriman dan percaya kepada-Nya, kita pasti akan selamat.

Merupakan suatu pengalaman iman yang sungguh luar biasa bahwa di dalam hidup kita dewasa ini, ketika martabat kita sebagai manusia kadang kurang dihargai dan dihormati, ketika banyak dari antara kita yang diperlakukan hanya sebagai alat, sebagai nomor, kita masih boleh mengalami Yesus dalam kehidupan kita, yang mengatakan bahwa Aku memanggil setiap kamu dengan nama kamu masing-masing.

Dewasa ini ada begitu banyak orang yang  merasa kesepian dalam hidunya. Banyak anak  yang ditinggal pergi begitu saja oleh orang tuanya, ada tidak sedikit anak yang kabur dari rumah orang tuanya hanya karena keinginannya tidak dikabulkan. Ada begitu banyak orang muda yang merasa tidak disapa dan tidak dianggap di lingkungan tempat tinggalnya. Ada begitu banyak bapak yang merasa sepi di tempat kerjanya, karena mereka merasa diperlakukan seperti sebuah robot, tanpa nama, tanpa arti. Ada begitu banyak ibu yang merasa sepi dan tidak tersapa dalam rutinitas pekerjaan rumah tangga mereka, yang sering monoton dan membosankan. Ada begitu banyak orang yang tinggal di rumah-rumah jompo yang merasa diri ditinggalkan oleh anak-anaknya dan merasa diri mereka sama sekali tidak berarti lagi.

Singkatnya, di dunia kita dewasa ini, ada begitu banyak orang yang merasa sendirian dan tidak berarti. Dalam situasi sepi seperti ini, sebagai orang yang beriman, kita boleh percaya bahwa kita tidak sendirian. Yesus, Tuhan kita, Dia yang adalah Gembala dan Pintu kandang pasti akan senantiasa memperhatikan kita. Dia pasti akan selalu menjaga kita. Untuk itu, yang dibutuhkan dari kita hanyalah iman dan percaya kepada Dia.

Gambaran tentang Gembala dan pintu kandang ini mau katakan kepada kita dua hal:

Pertama: Perhatian dan cinta Tuhan kepada kita manusia adalah sungguh-sungguh ikhlas. Untuk itu Dia bahkan rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk menyelamatkan kita.

Kedua: Perhatian dan cinta Tuhan kepada kita itu sifatnya sangat pribadi, sangat personil. Ia tidak mencintai kita secara massal, secara umum, tetapi secara khusus dan pribadi. Dia tidak melihat kita hanya sebagai nomor, sebagai alat, tetapi sebagai pribadi yang sungguh-sungguh berarti di mata-Nya. Dia mengenal kita domba-domba-Nya, dengan nama kita masing-masing.

Kenyataan bahwa kita dicintai oleh Yesus secara luar biasa ini hendaknya membuat kita semua berbahagia dan bersyukur, bahwa meskipun terkadang kita dilecehkan dalam kehidupan kita, tetapi toh masih ada Dia yang selalu memperhatikan kita. Sekali lagi, kita mesti berbahagia dan bersyukur karena itu dan sebagai ungkapan bahwa kita sungguh-sungguh bersyukur, marilah kita bagikan kebahagiaan yang kita miliki itu kepada semua orang yang ada di sekitar kita, agar merekapun merasakan kebahagiaan yang sama, seperti yang kita rasakan. Itulah yang menjadi tugas dari masaing-masing kita sekarang. Amin.

 

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© 2012 Parokiarnoldus.net - All Rights Reserved | Gereja St. Arnoldus Janssen, Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.164, Bekasi 17113 | Telepon : 021-8801763 | Fax : 021 88347168 | Web: www.parokiarnoldus.net | Facebook: parokiarnoldus | Twitter : parokiarnoldus | Youtube Channel : parokiarnoldus